Tanjakan

 

Pentigraf


 

                            Dokumen google

                        

                            Tanjakan



Andre  tersenyum lega. Sepeda motor yang ia impikan telah datang. Sebuah motor trail berwarna biru keluaran terbaru. Pantaslah dia berbangga, sepeda motor itu merupakan hasil jerih payahnya bekerja. Performanya lumayan garang. Dengan mesin 250 cc tentu mampu melaju kencang di jalanan. Keunggulan lain dari sepeda itu adalah shock depan upside down. Sepeda ini sangat mendukung hobi Andre . Nampak Hikam, teman dekat Andre memasuki halaman . Hikam mengajak Andre mencoba sepeda motor barunya. Andre segera menjajal kemampuannya bersepeda. Hikam berkendara menyusul dibelakangnya. Hikam sudah hafal tempat yang akan dituju. Andrepun memacu sepedanya lebih kencang lagi.

          Tanah lapang di tepi hutan dirasa sangat cocok untuk istirahat dan latihan ringan. Andre mulai berkendara lagi, ia memutar dengan cepat stir sepedanya. Hingga tanah bekas roda membentuk lingkaran sempurna.  Kemudian ia mengangkat stir hingga membuat lompatan saat melewati gundukan tanah. Hikam bertepuk tangan dari pinggir lapangan. “Oke kita lanjut perjalanan nanti malam,” kata Andre

          Jalan sempit yang mereka lewati semakin terjal. Keadaan sunyi dan gelap. Hanya suara binatang malam yang menemani perjalanan mereka. Di kanan berjajar pohon dan tanaman liar, sedang sebelah kiri jurang yang curam. Sepeda mereka melambat. Andre menunjukkan bahwa di depan ada lubang yang harus mereka lompati. Andre  mengambil ancang-ancang hendak melompat. Tiba-tiba cut… teriak sutradara menghentikan pengambilan gambar. 

                                

9 Komentar

Lebih baru Lebih lama