puisi

Impian Sunyi

Impian Sunyi Kejap mata ini perlahan Mengurai semua dalam dentingan waktu Kala rasa semakin merajuk bisu Kekata tak lagi terdengar Hanya desahan napas tertahan Sesaknya rasa dalam lara  Ak…

Dalam Relung Jiwa

Samar suara angin mendayu lirih Berbisik lembut merayu kalbu Terawang rasa nyaris melayu Dan jentera masapun tetap berlalu Aku tetap berdiri disini Dengan lembaran-lembaran cerita mengalir…

Amerta

Amerta Lembayung merekah dengan indahnya Seindah senyum hangatmu kala itu Merona wajahku saat menatap wajahmu Selaksa embun segar memercik dijiwaku Ribuan masa melenggang waktu Hempasan ja…

Pintaku

Pintaku  Menapaki hari demi hari tanpamu Berusaha merengkuh mimpi-mimpi Terlalu naifkah mimpi ini Begitu rindunya dengan indahmu Jentera waktu terus berputar Senyap setiap embusan napasku D…

Sendiri

Sendiri Lorong waktu terus berputar  Tak kurasa langkah-langkah yang begitu keras Menapaki perlahan tanah yang mulai retak Semua berlalu dalam helaian nafas jiwaku Langkah yang keras ini b…

Kesendirian

Beserak debu dan rerumputan yang kering kerontang Terik mentari telah memberangus hingga akar-akarnya Bagaikan perjalananku yang panjang dan melelahkan Melangkah pelan dalam kesunyian dan…

LURUH

LILIK HERAWATI,S.Pd  Luruh   Senja merangkak menuju kegelapan, sang surya benar-benar tenggelam Aku bertemam kesunyian, yang beryanyi dalam kebisuan Ringkih hati menyemai  harap…

PUISI KEMARAU

Kemarau 1 Tepian jalan-jalan berdebu Kemarau memaksa daun berguguran Terik menyengat pepohonan Tanah gersang menahan rindu          Langit kian membiru          Lengang tiada angin …

Tanya

Tanya Gemericik denting hujan beradu dalam derasnya Air jatuh berderap geretak  bersama hati yang terus berharap Mataku memejam mengingat pertemuan denganmu Sapa ramah dan lembut sikapmu …

Semangat Belajar

Di pagi hari... Kami berjalan bersama Dengan tas yang sarat buku Berangkat untuk menuntut ilmu Kadang kami lelah Dengan tugas yang bertambah Juga rasa kesal dihati Karena pekerjaan yang s…

Luruh

Luruh Senja merangkak menuju kegelapan, sang surya benar-benar tenggelam Aku bertemam kesunyian, yang beryanyi dalam kebisuan Ringkih hati menyemai  harapan padamu,  Bilur- bilur nestapa,…

Masih Berharga

Masih saja hati berharap dalam angan yang masih mengendap Enggan melepas rasa ini Kenyamanan selalu lekat di hati Lewat derai hujan dan angin yang berlalu Kutanya  secercah kabar tentangmu…

Semesta Menjawab Doaku

Semesta Menjawab Doaku  Sayup kudengar lagi, suara khas yang lekat dihati Tapi diri masih tak percaya, mungkinkah itu kau Kau yang erat bersemayam di relung jiwa Nama yang selalu ada, tapi …

Hanya Singgah

Hanya Singgah Kalau ingin dieja entah berapa kata yang terbuang sia.  Emosi dan kecewa pekat hingga berkarat. Diamku bukan karena tidak tahu,  tapi terlalu jenuh untuk mengungkapkan Dan…

Kawah Wurung

Dokumen Google   Kawah Wurung Oleh : Lilik Herawati Hamparan rumput hijau Tumbuh subur bak permadani Membuat siapapun yang memandangmu Terhanyut luruh damai    di hati              Kawah Wu…

Air Terjun Gentongan

Air Terjun Gentongan Oleh Lilik Herawati Dari jauh kudengar suaramu Di antara desauan angin menderu Gemericik jernih air   meng…

Samar senyuman

Samar senyuman Andai saja bisa diungkapkan..  Entah berapa panjang untaian kata untuk menuliskan cerita Tentang kisah kelelahan yang mendera membelah jiwa,  Bibir ini terkatup kaku, gurat…

Kau

Kau Sebuah media mengabarkanmu Pencapaian yang kau angankan Benar - benar tlah kau wujudkan Langitpun seolah mengabulkan     Perlahan lantunan doaku untukmu     Tak terasa bulir  airmata …

Menggila

Menggila Gemericik air menyentuh kaki Bisikan angin di dedaunan bagai puisi Sandaran ini semakin kuat Lekat di punggungmu erat     Berat rasa hati melepaskan     Setiap masa bersamamu     …

Yang Tersisa

Yang Tersisa Karya : Lilik Herawati Aroma rumput basah berembun Berpendar memantulkan cahaya Tapi mengapa wajahmu yang tergambar disana Tersembul senyum dibibir ini tetiba          Angkas…

Muat postingan lainnya
Tak ada hasil yang ditemukan