Asal-Usul DusunTegal Batu


 Dongeng

Asal Usul Dusun Tegal Batu


    Dahulu di sebuah dusun tinggalah sepasang petani.  Mereka adalah  Pak Musleh dan Bu Musleh  Pak dan Bu Musleh sangat rajin bekerja. Setiap pagi mereka berangkat ke sawah juga tegal. Sawahnya ditanami padi dan palawija, sedangkan tegal atau ladangnya ditanami sayur dan aneka buah-buahan  Mereka merawat tanaman dengan telaten. Mulai mengolah tanah, mencari bibit yang unggul, saat menanam hingga masa panen, mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh. Maka tak heran jika apapun yang ditanam selalu tumbuh subur dan menghasilkan buah yang banyak. Dari hasil sawah dan kebun , Pak Musleh mampu membeli tanah yang luas. 

     Pak Musleh  memiliki tiga anak laki-laki. Yang pertama bernama Sarif, yang kedua Sanim dan yang ke tiga Satria. Anak-anak Pak Musleh sudah biasa bekerja di sawah dan tegal milik ayahnya.  Kini ketiga anak lelaki Pak Musleh beranjak dewasa. Pak Musleh merasa sudah waktunya memberikan warisan kepada ketiga anak-anaknya . Maka dipanggillah ketiganya.

    Pak Musleh : "Anak-anakku,  kalian sudah dewasa, ayah ingin kalian mandiri jadi kalian akan aku beri masing - masing satu petak sawah dan tegal . Uruslah tanah kalian dengan baik agar mendapat hasil yang baik pula " 

    Ketiga anak Pak Muslehpun setuju. Maka mulai saat itu ketiga anak Pak Musleh bekerja sawah dan tegal mereka sendiri. Mereka sama rajin seperti Pak Musleh. Dengan cepat merekapun mempunyai kekayaan yang banyak dari hasil bertani. Merasa sudah cukup kaya, ketiga anak Pak Muslehpun berpikir. Untuk apa bekerja keras lagi, harusnya kekayaan dinikmati. 

    Kini setiap hari ketiga anak Pak Musleh lebih banyak mengabiskan waktunya untuk pergi dengan teman- temannya. Mereka jarang sekali ke sawah dan tegal . Sawah dan tegal  diurus orang lain. Melihat hal ini Pak  Musleh merasa sedih. Ia memanggil ketiga anaknya

 Pak Musleh : "Anakku kenapa kalian jadi malas bekerja? 

Ana-anak Pak  Musleh :"Ayah bertahun-tahun kami sudah kerja keras, sekarang saatnya kami nikmati"

Pak Musleh : "Bagaimana kalau harta kalian habis?"

Anak P Musleh : "Mana mungkin ayah, lihat panen kami selalu berlimpah" . Mendengar jawaban anaknya Pak Mulseh menjadi marah.

Pak Musleh : "Baiklah kalian akan tahu rasanya  jika ladang kalian keras seperti batu"

Tiba-tiba petir menggelegar di angkasa, seolah menjawab perkataan Pak Musleh.

Beberapa hari kemudian terjadi panas yang sangat.  Para buruh tani yang bekerja di sawah dan tegal anak-anak Pak Musleh pergi berlari ke rumah Pak Musleh . Mereka mengatakan kalau tanah di  tegal mereka berubah menjadi batu. Anak-anak Pak Musleh bergegas pergi untuk melihat tega-tegal mereka diikuti penduduk dusun yang merasa heran. Betapa terkejutnya saat mereka melihat, tanah di tegal -tegal itu berubah mengeras seperti batu. Ke-tiga anak Pak Musleh tiba-tiba lemas , melihat tanah tegal mereka yang subur berubah menjadi keras berbatu.  Mulai saat itu disebut dusun Tegal Batu .






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama