Dokumen Google
Harapku II
Tetes embun yang menyatu , putih berarak
perlahan
Diembus angin menyapa pucuk-pucuk daun
Menebarkan rasa beku, menggigilkan
Sejenak hati bertanya, mengapa raut
wajah itu sealau ada
Seraut wajah,
dengan senyum hangatnya
Kata – kata
santun penuh makna
Aku mengharap
bisa mendengarnya lagi
Tahukah
kau,waktu bersamamu adalah berharga
Meski ribuan hari telah berlalu,
bentangan jeda pun begitu nyata
Haruskah kuungkapkan, desahan hati yang
terus kujaga
Dentingan rindu yang bersemayam di
relung jiwa..
Bila saja Kau ijinkan, ingin kubisikkkna
lewat angin kemarau
Duhai yang
selalu kurindu dengarlah
Pesan helaian Dandalion kering yang terbang menghampirimu
Dia membawa
pesan yang akan mengingatkamu ,tentang…
Hati seseorang
berucap lirih tetaplah kau menjadi harapku
(Terangkum dalam
puisi “Untukmu yang kusebut Rindu MPI Writers,2017)