Nilai Rapor Bukan Segalanya

opini


                        Dokumen pribadi
 

Nilai Rapor Bukan Segalanya


Bulan Juni adalah saat berakhirnya tahun ajaran. Semua siswa menunggu hasil ulangan. Siswa yang berada di kelas 1 sampai 5 menunggu hasil ulangan kenaikan kelas . Sedangkan  siswa kelas 6, 9 dan 12 tentu saja menunggu nilai kelulusan.Demikian juga bagi orang tua, hal ini adalan momen yang ditunggu- tunggu. Baik siswa ataupun orang tua tentu saja mengharapkan hasil atau nilai yang bagus. Karena nilai bagus, bagi sebagian orang masih dianggap sebagai bentuk keberhasilan siswa atau pelajar. Padahal jalan menuju keberhasilan bagi siswa-siswi ini masih sangat panjang. 

Kalau kita mau belajar dari keberhasilan seseorang sebut saja mantan menteri kelautan kita ibu Susi Pudjiastuti. Mari kita lihat dari sisi  pendidikan beliau.   Apakah beliau seorang sarjana S1, S2 atau S3? Ternyata bukan. Ibu Susi adalah siswa tamatan SMP. Saat duduk di kelas dua SMA beliau memutuskan berhenti sekolah dan memulai berdagang ikan.  Wow tentu ini menjadi pemikiran dan juga tanda tanya, bagaimana beliau bisa sesukses sekarang ? 

Semua orang berkesempatan untuk sukses. Pendidikan hanya satu jalan sukses menuju keberhasilan dan masih ada ribuan jalan lain menuju kesuksesan tersebut. Pendapat ini didukung  penelitian yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley . Ia menetapkan dan mengurutkan seratus faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Penelitian ini melibatkan 733 juta orang Amerika. Dari penelitian itu didapatkan bahwa nilai,  misalnya nilai rapor menempati urutan ke 30 sebagai faktor kesuksesan. IQ atau kecerdasan menempati urutan ke 21 sebagai faktor kesuksesan. 

Lantas faktor apa saja yang dianggap mampu menentukan kesuksesan seseorang ? Berikut ini sepuluh faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan berdasar penelitian ThomasJ. Styanley

1.  Kejujuran (honest)

2. Disiplin (dicipline)

3. Mudah bergaul (friendly)

4. Dukungan dari pendamping (suport)

5. Kerja keras (work hard)

6. Kecintaan pada pekerjaan (love the career)

7. Kepemimipinan(leadership)

8. Kepribadian kompetitif (attitude)

9. Hidup teratur

10.Kreatif (kemampuan menjual ide)

Kalau melihat dari hasil penelitian , kemampuan diatas disebut sebagai sofskill. Yang mana pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalamam hidup. Bagi pelajar pengalaman itu bisa didapat saat kegiatan ekstra kurikuler. Na dengan demikian alangkah baiknya  bagi kita sebagai orang tua jangan memandang rendah dengan nilai raport yang kecil, yang diperoleh  anak- anak kita. Tetapi marilah  selalu memotivasi anak supaya mau berusaha lebih baik lagi dan menanamkan nilai -nilai agama yang kuat. Dengan sikap menerima dan kasih sayang anak-anak akan selalu merasa, memiliki orang tua yang menghargai mereka . Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat. Yang akan mendorong mereka berani bermimpi dan menghadapi masa depan. (Sumber Prof Agus FB 25062022)



































6 Komentar

Lebih baru Lebih lama