Kemarau 1
Tepian jalan-jalan berdebu
Kemarau memaksa daun berguguran
Terik menyengat pepohonan
Tanah gersang menahan rindu
Langit kian membiru
Lengang tiada angin menderu
Burung-burung terbang dalam sunyi
Menahan haus dan letih
Sebaris tipis berjalan perlahan
Harap barisan itu menyatu
Melayang menggumpal awan
Luruh merendah butiran hujan
Kemarau 2
Bunga-bunga putih bermekaran
Saat mentari melepas rasa
Menyambut musim yang berganti
Angin kering berembus pasti
Berharap luka yang telang mengering
Akan hilang tak berbekas
Inginku senyum mulai mengembang lagi
Menjeda rasa melupakan semua
Daun-daun yang berguguran
Bunga-bunga bermekaran
Hangat uluran tanganmu berasa
Bersabarlah hingga hati ini benar-benar terbuka
Merindu Dalam Salju
Senja merenda malam
Titik-titik salju meluruh
Jendela buram berembun pekat
Rindu memburu dalam dingin menusuk
Bintang-bintang terpejam dalam sunyi
Jauh kumerindu dari tempatmu
Kenangan manis setia temaniku
Kugenggam erat rasa dalam hati
Waktu bagai tak bergerak
Menantimu selaksa warsa
Menanti matahari menyapa lagi
Disaat pertenuan musim semi