Sendiri
Lorong waktu terus berputar
Tak kurasa langkah-langkah yang begitu keras
Menapaki perlahan tanah yang mulai retak
Semua berlalu dalam helaian nafas jiwaku
Langkah yang keras ini berusaha seirama
Setiap jejak yang kulalui dengan seksama
Serasa dalam titian ribuan jarum berbisa
Sehalus dan seringan dalam tiap ayunan
Rasa perih yang kutahan
Kini sudah tak berasa lagi
Kehangatan yang pernah kujagapun memudar pergi
Di saat tapak-demi tapak membuatku tegar berdiri
Apa sebenarnya setia itu?
Sebuah rayuan kebohongan palsu
Meredam luka dusta semu
Untuk sebuah pengakuan tabah yang menipu
Berdua mematung dalam diam dan embusan napas
Berbagi ruang namun tanpa sentuhan
Bagaikan bayang-bayang dalam sunyi
Merengkuh memeluk mimpi-mimpiku sendiri
Tags
puisi