Museum Kereta Api Bondowoso
Stasiun kereta api bondowoso sudah ada sejak tahun 1893 dan diresmikan pada tahun 1897. Jalur kereta api ini terhubung dengan kota sekitar Bondowoso yaitu. Jember- Kalisa- Bondowoso- Panarukan.
Pada awalnya kereta ini digunakan untuk mengangkut hasil bumi berupa: beras, kelapa, palawija, teh, kopi dari Banyuwangi- Jember- Bondowoso- Situbondo menuju pelabuhan Panarukan.
Perkereta apian Bondowoso mengalami kisah yang kelam dan menyayat hati karena peristiwa pemindahan 100 tahanan dari penjara bondowoso ke penjara Surabaya. Kereta yang digunakan adalah kereta barang. Tiga gerbong digunakan untuk mengangkut tahanan. Salah satu gerbong tersebut masih baru, tanpa celah atau lubang angin di dindingnya. Selama perjalanan tahanan kepanasan dan kehausan. Karena tidak mampu bertahan , sebanyak 46 tahanan meninggal dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
Untuk mengenang peristiwa kelam tersebut, pemerintah Bondowoso membangun sebuah monumen. Monumen ini terletak di tengah kota Bondowoso. Setiap pengunjung akan melihat dengan jelas peristiwa heroik pada tahun 1947 tersebut. Monumen ini disebut monumen Gerbong Maut.
Sejak tahun 2000 kereta api dihentikan operasionalnya. Jadi sejak saat itu jalur kereta api masuk atau keluar Bondowoso tidak aktif lagi. Stasiun kereta api difungsikan sebagai museum. Masyarakat Bondowoso dan sekitarnya masih bisa mengunjungi museum ini. Sisa -sisa peninggalan perkereta apian masih terawat baik di museum ini. Yuuk berkunjung ke Museum Kereta Api Bondowoso.
