Desa Sekar Putih

  Desa Sekar Putih


    Konon ada sebuah desa ini dihuni oleh beberapa keluarga saja. Desa ini tenang dan damai. Terdapat sungai besar yang membelah desa tersebut. Udara yang  sejuk membuat orang betah tinggal didesa itu.  Berbagai tanaman tumbuh subur, salah satunya pohon bambu. Selain bertani, banyak penduduk desa  yang menjadikan bambu ini sebagi sumber pendapatan . Karim dan Saman  adalah dua sahabat karib. Mereka sebagai  penjual bambu yang terkenal di desa itu. Mereka  menggunakan aliran sungai yang lumayan deras untuk membawa bambu ke kota.  Selama ini mereka selalu rukun bekerja. Karim bertugas memotong bambu, kemudian bambu-bambu  itu diikat berjajar lalu dihanyutkan ke sungai. Tugas Saman menunggu dan mengangkat bambu dari sungai ditempat yang telah disepakati dengan pembeli. 

       Suatu hari orang kaya dari kota  ingin membeli banyak bambu . Seperti biasa setelah Karim memotong bambu yang  dipesan.  Saman menunggu ditempat yang telah disepakati dengan pembeli. Saman berangkat pagi dengan membawa bekal seadanya. Dengan sabar ia mengamati sungai, untuk bersiap menaikkan jika bambu datang. Ia merasa heran sudah lama menunggu tapi bambu tak kunjung muncul dari aliran sungai, demikian juga pembelinya. Saman menunggu hingga matahari terbenam . Karim menyusul ke tempat Saman . Ia menyangka Saman berbuat curang. Dengan kasar ia bertanya 

Karim : "Mana hasil penjualam bambu?" 

Saman : "Bambu  tak sampai kemari, jangan- jangan kau jual di tempat lain" 

Karim : " Jangan asal bicara, sudah jelas aku kesini menanyakan hasilnya"

Saman : "Kau lihat dari pagi aku menunggu disini, tapi bambu tidak nampak satupun !"

Mereka bertengkar hebat. Hingga Saman mengangkat sebuah batang kayu. Lalu ia berteriak

"Sumpah aku tak ambil uang itu, kayu ini buktinya, mulai sekarang kita bukan teman," .  Dengan  marah Saman segera pergi , ia berjalan jauh dan tidak kembali. 

    Karim mendengus kesal. Ia menunggu hingga tertidur. Begitu bangun ia sangat terkejut. Pada batang dahan yang ditancapkan Saman di tepi sungai tiba-tiba muncul bunga putih. Tanpa sadar Karim berteriak " Sekar putih , sekar putih. Teriaknya berulang sambil menangis. Ia merasa bersalah karena telah menuduh Saman.  Akhirnya di tempat itu dikenal sebagai desa Sekar Putih .


 







 

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama