Aksi Nyata
Apa dan Mengapa Kurikulum merdeka?
Banyak kalangan yang menanggapi beragam saat pemerintah khususnya kementerian pendisikan dan kebudayaan melakukan rencana perubahan kurikulum.
Sebagian besar masyarakat merasa keberatan dengan adanya perubahan kurikulum. Karena dengan berubahnya kurikulum secara otomatis buku yang digunakan siswa pun berganti. Dan tentu saja hal ini agak membebani orangtua. Sehingga saat wacana pergantian kurikulum disosialisasikan banyak respon negatif dari masyarakat.
Perubahan yang terjadi lebih cepat dari perkiraan para perumus kurikulum. Saat pandemi merupakan pemicu terbesar dan tercepat, dimana semua terimbas dengan semua gaya hidup dan kebiasaan yang berubah menjadi serba maya atau online. Siap atau tidak kita harus mengikuti perubahan tersebut, karena kita terlibat langsung sebagai sunyek ataupun obyeknya.
Oleh karena itu gaya belajarpun berubah menjadi lebih cepat dengan adanya kebiasaan baru yaitu belajar secara daring atau dalam jaringan. Belajar menjadi sangat fleksibel . Dengan daring belajar bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.
Jadi jelas sekali alasan kurikulum harus berubah, yaitu untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi pada masyarakat itu sendiri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah cepat dalam akselerasi atau penyesuaian perubahan dengan menerapkan kurikulum merdeka. Kurikulum ini diharapkan mampu mengakomodasi perubahan dan kebutuhan siswa juga guru.
