Dongeng
Si Beno
Di sebuah desa tinggalah keluarga kelinci. Mereka adalah ibu dan kedua anaknya. Nama kedua anak kelinci itu, Tom dan Beno. Setiap hari ibu kelinci pergi ke kebun untuk bekerja. Ia menanam berbagai sayur di kebun. Ada kacang, tomat, wortel dan jagung, Sebelum berangkat bekerja Ibu kelinci menyiapkan makanan untuk kedua anaknya. Setelah semua selesai iapun siap berangkat menuju kebunnya.
Seperti biasa pagi itu Ibu kelinci sudah memakai baju untuk ke kebun. Ia memastikan semua dalam keadaan aman. Semua pintu dan cendela terkunci, agar anak kelinci aman bermain di dalam rumah.
"Anak-anak ibu akan bekerja, kalian bermain di rumah , jangan bertengkar apalagi keluar rumah. " pesan Ibu kelinci kepada kedua anaknya.
"Baik ibu " kata mereka serempak. Maka berangkatlah Ibu kelinci ke kebun. Tom dan Beno bermain di rumah itu. Lama-lama Beno merasa bosan ia berdiri di dekat jendela. Dari jauh ia melihat anak-anak kambing, anak -anak ayam yang berlarian . Tiba-tiba ia melihat balon yang melintas di jendela ia ingin sekali memegang balon itu.
"Aku mau keluar, aku mau keluar mau lihat balon"rengek Beno kepada Tom.
"Jangan Beno ,Ibu nanti marah kalau kita keluar" cegah Tom
"Aku bosan.. aku bosan disini" teriak Beno berulangkali.
"Jangan Beno, tunggu ibu saja" nasehat Tom. Tetapi Beno tetap memaksa, ia mendorong kursi untuk membuka pintu. Lalu ia berlari keluar rumah. Ia melompat-lompat di halaman kemudian ke jalan. Panggilan Tom tak didengarnya.
Beno teringat balon yang nampak pada jendela tadi. Lalu ia mencarinya. Seekor burung dara melihatnya dari kejauhan.
"Ah itu dia teriak Beno. Balon itu ada di pohon bunga. Beno berusaha mengambil , tapi tali terlepas. Balonpun bergerak berpindah tempat. Beno mengikuti balon bergerak. Hingga ia tidak menyadari masuk ke sebuah hutan. Beno melihat sekelilingnya, tiba-tiba ia merasa ketakutan , karena tidak mengenal tempat itu. Beno berusaha mencari jalan pulang. Tapi tidak berhasil menemukan. Tiba-tiba ada seekor monyet yang mendekatinya
"Uuk aak...hei anak kecil dengan siapa kau disini ? katanya. Beno yang ketakutan diam membisu
"Uuk aak jangan takut aku Moni ,ayo ke rumahku tak jauh dari sini ," bujuk Kera .Beno menolak dengan menggelengkan kepala.
"Uu aak, disini ada ualar, harimau yang besar yang akan memakanmu" lanjut Monyet itu. Beno bertambah takut. Akhirnya setuju dan ikut kera ke rumahnya. Sesampai di rumahnya, kakak kera nampak tak suka dengan kedatangan Beno. Mereka bemusyawarah Beno akan di bawa ke Rubag untuk ditukar dengan banyak makanan. Beno diikat di sebuah tiang, Sementara itu kera dan saudaranya pergi ke tempat Rubah. Beno menangis sendirian. Seekor burung dara melintas, ia merasa kasihan dengan Beno. Burung dara yang cerdik itu membantu Beno membuka ikatan tali dengan mematuknya. Hingga ikatan tali itupun putus.
"Ayo Beno cepat lari, ikuti aku kata burung dara. Benopun mengikuti burung dara , ia lari sekencang -kencangnya. Mereka keluar hutan dan menuju rumah Beno. Ibu Kelinci sangat senang melihat Beno pulang. Ibu kelinci memeluk erat Beno.
"Terima kasih burung Dara," kata ibu kelinci .
"Maafkan aku Bu, Beno berjanji akan menurut nasehat Ibu,"kata Beno dengan menyesal.
"Ya Beno, jadikan peristiwa ini sebagai pengalaman," kata ibu dengan sabar.
"