Tangis Tania

 

           Tangis Tania

Bunyi  dentingan gelas beradu dengan sendok lalu terjatuh dan berhamburan di lantai terdengan sangat jelas. Tania segera lari ke ruang makan. Nampak ayah dan ibunya  bertengkar hebat. 

"Kalau tahu itu salah kenapa kau lakukan!,"teriak ibunya

"Aku sudah coba menghindar, tapi gagal,"sahut ayahya tak kalah keras

"Halah kau memang pandai memcari-cari alasan,"

"Kau saja yang tidak percaya," jawab ayahnya sambil menendang pintu. 

 "Blarrr...suara pintu yang jatuh ke lantai terdengan keras. Tania terkejut bukan main. Tania bingung ibunya yang selama ini selalu lemah lembut ,berubah menjadi sangat emosional, dan  bisa bertengkar separah itu. Bahkan merusak benda-benda rumah tangga. Tania berjalan perlahan menjauh dari ruang makan. Ia bingung sekali. Tania  tak bisa membayangkan jika kedua orang tuannya bercerai.  Tania duduk di tepi kasur perlahan air mata Tania jatuh di pipi. Tangisnya pecah . 

"Ma sudah siap belum , laper nih," teriak suamiku yang membuatku terkejut. 

Sepontan kumatikan televisi dan lari ke dapur .

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama