Oh No !
Ting
tang ting tung....bel sekolah berbunyi. Siswa XII IPA 2 keluar dari ruang
kelas. Demikian juga Aira dan Yolan. Beriringan mereka ke kantin . Yolan
mengambil minuman , sementara Aira memilih makanan ringan , kemudian
menuju tempat favorit , di sebuah bangku taman. Dibawah pohon Tabebuya yang
sedang berbunga lebat.
"
Hari ini aku seneng banget tau, " kata Yolan
"Memang
kamu pernah sedih, aku lihat kamu ceria mulu ," canda Aira
"Mana ada orang gak pernah sedih
ih," sahut Yolan .
"Trus apa dong yang buat kamu seneng banget, dapat gebetan
baru?" tanya Aira. Mata Yolan berbinar- binar seketika.
"Aku pernah cerita kan punya sepupu yang oke
banget udah good looking , pinter pula truus orangnya tuh baiiiiiik banget,
favorit deh pokoknya," puji Yolan selangit . Aira merasakan hal tak
biasa, ia tersenyum dalam hati . Ah jangan-jangan Yolan jatuh hati sama
sepupunya sendiri. Aira menanggapi dengan senyuman. Ia merasa senang melihat
Yolan bahagia. Aira berusaha mengingat wajah sepupu Yolan yang baru saja
diceritakan. Tetapi Aira tidak bisa memastikan sepupu yang mana yang dimaksud
Yolan, karena sepupu Yolan tidak hanya satu.
"Hem
Ra, menurut kamu gak papa kan misal aku berjodoh dengan
sepupuku? tanya Yolan penuh harap
"
Bukan menurut aku, tapi berdasar agama, karena kita dan sepupu itu bukan muhrim
jadi bolehlah misal kita menikah dengannya, jawab Aira kalem . Hemh bener
juga ni si kampret sedang jatuh cinta, kata Aira dalam hati..
Cafe
Zuka nampak sibuk, para karyawan kafe sedang melayani dan mengantar makanan pesanan
pengunjung. Di sebuah sudut Yolan dan Faris sedang menikmati hidangan .
Sepiring kentang, steak ayam dengan bumbu asam manis, taburan wijen
diatasnya, juga dua gelas jus leci telah terhidang. Yolan bercerita tentang
sekolah dan temannya. Faris mendengar dengan penuh gembira. Faris merasa senang
jalan bareng Yolan. Baginya Yolan adalah adik kecil yang ceria dan lucu.
Sebagai teman yang menghibur disaat ia libur kuliah. Sesekali terdengar
celetuk dan derai tawa manja Yolan.
"Kak
Faris suka cewek yang seperti apa sih? tanya Yolan .Mendengar pertanyaan lucu, Faris
tertawa ringan.
"He
he kamu ni bener lucu deh, kepo ya," jawab Faris santai sambil
memencet hidung Yolan. Dalam hati Yolan berharap gadis seperti dirinya
yang disukai Faris.
Tanpa
mereka sadari Aira dan Asti memasuki cafe itu. Mereka duduk di bagian depan
kafe . Aira dan Asti memesan makanan yang sama ,nasi goreng rumpi . Beberapa
saat mereka menunggu, hingga pesanan datang. Aira menyesap lemon tea segar di
gelas yang besar. Sementara Asti dengan lahap menyantap nasi goreng rumpi salah
satu menu andalan di kafe Zuka. Tiba-tiba Aira melihat bayangan Yolan sedang
keluar menuju tempat parkir melalui pintu samping restoran. Aira ingin
sekali menyapanya. Tetapi saat beranjak dari tempat duduknya, mendadak
Aira mengurungkan niatnya, setelah melihat seorang cowok berjalan menyusul di
dibelakang Yolan.
"Ada
apa sih Ra, baru berdiri, duduk lagi, mau ke toilet? tanya Asti heran.
"Nggak,
barusan aku lihat Yolan, aku mau panggil .. eh dia keburu naik mobil,
jelas Aira. Asti menoleh keluar melihat mobil putih melaju meninggalkan
kafe.
" Pagi Aira,,,, teriak Yolan bersemangat
saat bertemu Aira . Aira nenoleh dan tersenyum lebar. Ia sudah siap mendengar
cerita panjang Yolan. Bel berbunyi, semua siswa memasuki ruang kelas disusul Bu
Halimah guru bahasa Indonesia . Bu Halimah menjelaskan tentang "Mengelola
Informasi dan Ceramah. Aira mengikuti pembelajaran dengan tekun. Sesekali ia
menjawab dengan aktif pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Bu Halimah saat
memberi penjelasan. Bu Halimah memberi tugas bagaimana langkah-langkah
mengelola Informasi. Aira melihat Yolan yang nampak menulis penjelasan Bu
Halimah. Ia mengeryitkan dahi, setelah melihat hasil tulisan teman sebangkunya
itu. Di situ tertulis untuk Faris. Oh ya ampun ,pikir Aira sambil menggelengkan
kepala. Aira menyentuh Yolan dengan sikunya. Yolan segera melihat kearah buku
tulis Aira. Ia tersenyum kecil, melihat lalu menyalin tugas dan jawaban
yang telah dikerjakan Aira .
"Ra,
kemarin aku jalan bereng sama sepupuku Faris, pertama kami makan di kafe Zuka
terus dia ngajak aku belanja, dan terakhir kita nonton, seru deh
pokoknya," kata Yolan heboh, saat mereka duduk dibawah pohon
tabebuya ,
"Oya,
aku juga kesana dengan Asti, aku lihat kamu sih, mau nyapa ada cowok jalan
dibelakang kamu, waktu kalian di tempat parkir, aku cancel deh manggil
kamu," jelas Aira.
"Emh
sayang sekali, itu dia sepupu yang aku ceritain, dia baru pulang dari
Singapure, liburan kuliah. Kalo minggu ini kayaknya dia sibuk deh, bantuin
tanteku nyiapin pernikahan , kapan-kapan kalau sudah nggak sibuk aku
kenalin deh," kata Yolan renyah.
"Emang
nggak takut ngenalin Faris ke aku? trus kalau Faris suka aku gimana
?" goda Aira
"Iih pede amat ..lagian aku yakin
Faris gak bakal cocok sama kamu," bantah Yolan cemberut
"He he becanda kali ... tapi bisa jadi
serius, " ledek Aira sambil tersenyum lalu berlari menuju kelas.
Menghindari amukan Yolan.
Rumah
Aira nampak asri didepan rumah terdapat halaman yang tak begitu luas. Halaman
itu sebagian berpaving sedang bagian lain ditanami rumput . Bunga gardenia
menjadi primadona di halaman ini. Bunga putih yang sangat harum, bunga kesukaan
mama Aira. Seorang kurir berhenti di halaman rumah Aira. Ia menekan tombol bel
listrik yang terdapat di pintu depan. Aira membuka pintu , kurir memberi
sebuah undangan pernikahan terbungkus plastik.
"Siapa Ra," tanya mama Aira.
"Ini ma, ada undangan ," jawab Aira dengan menyerahkan undangan
itu.
"Sepertinya ini dari teman papa," kata mama Aira. Saat membaca
nama pengundang.
Gedung
Krisna begitu semarak dekorasi elegan memenuhi ruangan. Aira dan mamanya
berjalan memasuki ruang resepsi, mereka menyalami beberapa perempuan
penerima tamu. Nampak Yolan diantara para perempuan itu. Seorang ibu
menatap mama Aira beberapa saat lalu menggenggam tangannya.
"Kamu
Astuti kan,? tanya ibu itu
"Iya
benar," kata mama Aira berusaha tersensum.
"Ini
aku Ratna, " lalu ia memeluk mama Aira. Sesaat mereka bicara dan tertawa.
Yolan mendekat tantenya.
"Ini
Aira teman Yolan tante," Yolan mengenalkan Aira kepada tantenya. Perempuan
itu mengangguk senang. Dalam perjalanan pulang, mama Aira bercerita, Ratna
adalah teman semasa SMA, setelah lulus mereka tidak bertemu. Pertemuan di
gedung tadi merupakan pertemuan pertama setelah dua puluh tahun sejak lulus SMA. Aira mendengar sambil
menyetir mobil dengan santai.
Aira dan mamanya bersiap akan belanja, tiba-tiba
bel berbunyi. Yolan, tante Ratna dan seorang cowok telah berdiri di teras
rumahnya saat ia membuka pintu.
"Aku
nganter tanteku ni Ra, ingin reuni dengan mamamu," jelas Yolan renyah.
Papa Aira ikut menyambut mereka. Suasana reuni lebih semarak saat kurir
grabfood mengantarkan makanan.
"
As, kita dulu pernah becanda ya, eh kalo suatu saat punya anak kita
jodohin," kata Ratna dengan santai.
"
Iya aku inget he he , sahut mama Aira dengan derai tawa.
"Kenalkan
ni Faris, anakku ini masih kuliah di NTU Singapore semester 7 sebentar lagi
lulus, aku rasa cocok kan dengan Aira" kata Tante Ratna . Bak petir di
siang bolong , Yolan sangat terkejut. Mukanya merah menahan malu dan kecewa. Ia
meminta ijin untuk ke kamar mandi. Aira tak kalah kagetnya. Ia terhenyak di
kursi. Oh si Faris cowok pujaan hati Yolan, yang tiap saat Yolan
banggakan. Dan sekarang mau dijodohin dengan aku ? pikir Aira kacau. Oh
No. Aira membayangkan perasaan Yolan. Sementara Faris tersenyum
penuh percaya diri.
,