Guru Giat Berinovasi, Siswa Semangat Mandiri

 

 Guru Giat Berinovasi, Siswa Semangat Mandiri

 

 

Dunia pendidikan mengalami perubahan yang banyak sekali. Pemikiran - pemikiran baru  merumuskan atau menghasilkan paradigma baru dalam pendidikan. Hal ini tak bisa dilepaskan dari peran orangtua,  guru dan  dan peserta didik. Beberapa hal yang sangat mempengaruhi perubahan ini adalah :

A. Terbukanya wawasan dalam pengasuhan anak

       Menurut Diana Baumrin( 1967) dan Santroc(2009) pola asuh anak terbagi menjadi 3, yaitu :

        1. Pola asuh otoriter

            Tipe seperti ini biasanya orang tua cenderung membatasi dan menghukum anak.  Mereka mendesak anak untuk mengikuti perintah dan menghormati mereka. Orang tua yang menggunakan pola asuh ini juga sangat ketat dalam memberikan batasan. Kendali sang anak sangat tegas dan komunikasi verbal juga hanya dilakukan satu arah. Umumnya orangtua yang menggunakan pola asuh ini menilai anak sebagai objek yang harus dibentuk oleh orangtua yang merasa “lebih tahu” mana yang terbaik untuk anaknya. Anak yang diasuh menggunakan pola asuh ini cenderung kurang bahagia ketakutan dalam melakukan sesuatu karena takut salah, minder, dan memiliki kemampuan komunikasi yang lemah.

        2. Pola asuh Demokratis/otoriter

        Pola asuh dengan demokratis ini cenderung bersifat positif dan mendorong anak untuk mandiri. Namun orang tua tetap menempatkan batasan dan kendali atas tindakan mereka. Orangtua yang melakukan pola ini juga akan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih.Tak hanya itu orang tua juga melakukan pendekatan ke anak yang bersifat hangat. Komunikasi pada pola ini juga terjadi dua arah orang tua bersifat mengasuh dan mendukung. Anak yang diasuh dengan pola ini akan cenderung lebih dewasa mandiri, ceria, dan sifat positif lainnya.

        3.Pola asuh Permisif

        Biasanya orangtua yang menggunakan pola asuh ini cenderung tidak pernah berperan dalam kehidupan anak. Orangtua tidak pernah mengawasi anak dan cenderung membebaskan anak untuk melakukan apapun.Anak yang diasuh dengan pola ini cenderung melakukan pelanggaran-pelanggaran karena tak mampu mengendalikan perilakunya, tidak dewasa, memiliki harga diri yang lemah dan terasingkan dari keluarga.

 Dengan mengetahui pola asuh  tersebut orangtua cenderung memilih pola asuh demokratis/otoriter. Karena pola asuh ini membawa dampak positif bagi anak demikian juga hubungan anak dan orangtua seimbang. Dalam arti orangtua bertanggung jawab dengan masa depan, perkembangan moral dan memtal anak. Bagi anak, merasa dihargai dan berani melakukan tindakan secara mandiri dan bertanggung jawab. Begitupun dalam dunia pendidikan, sudah bukan saatnya lagi pendidik bertindak otoriter. Pendidik memposisikan diri sebagai pendamping bagi kegiatan peserta didik.  

B. Berkembangnya tekhnologi terutama teknologi android

    Perkembangan tekhnologi digital sangat pesat, apalagi disaat pandemi dimana siswa dan guru berinteraksi menggunakan jaringan internet. Sehingga dalam beberapa tahun kebiasaan itu menjadi kebutuhan pada dunia pendidikan saat ini. 

C. Masyarakat yang memahami hak dan kewajiban

    Dengan adamya tekhnologi masyarakat mengetahui dengan cepat apa saja hak-hak mereka. Terutama hak anak sebagaimana yang telah dicanangkan dalam konvensi PBB  pada tahun 1989 yaitu

1.      Hak Kelangsungan Hidup: 

  Hak pertama yang didapatkan anak-anak adakah mengenai hak kelangsungan hidup.  Ini berisi mengenai hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup, juga mendapatkan standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya. Dalam hak ini juga mengatur bahwa setiap anak berhak untuk tahu mengenai keluarganya  dan identitas dirinya.

2.      Hak Perlindungan 

 Perlindungan juga merupakan hak yang harus didapatkan oleh anak-anak di seluruh dunia. Perlindungan yang dimaksud adalah perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. Dengan adanya hak perlindungan, maka anak-anak berhak untuk melakukan kegiatan keagamaan dan kebudayaan secara bebas. Hak perlindungan juga mengatur bahwa anak-anak belum boleh bekerja dan harus diperlakukan secara baik tanpa mendapatkan kekerasan.

    3. Hak Tumbuh Kembang

Hak tumbuh kembang juga meliputi hak memperoleh pendidikan dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak. Standar hidup yang layak ini mencakup standar hidup untuk perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Dengan adanya hak tumbuh kembang, ini artinya anak-anak berhak untuk sekolah, mendapatkan tempat tinggal, hingga mendapatkan makanan dan minuman yang layak. Selain itu, hak anak-anak adalah untuk bermain dan mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

4        Hak Berpartisipasi

Anak-anak punya hak untuk menyatakan pendapatnya mengenai hal-hal yang berkaitan dan memengaruhi anak-anak. Selain itu, anak-anak juga punya hak untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan usia kita. Dalam hak berpartisipasi, anak-anak juga berhak untuk menyatakan pendapatnya yang berhubungan dengan kehidupan kita sebagai anak-anak. Sumber Tyas Wening (parapuan Bobo.Id) 16/03/23 20.50

D. Pengaruh dari pemahaman pendidikan secara global. 

    Kemajuan teknhnologi yang memberi kesempatan luas dan tak terbatas dalam mengakses berbagai berita dari dalam negri ataupun luar negeri. Hal ini sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap cara mendidik di sekolah. Masyarakat akan memberikan respon cepat jika ada sesuatu yang kurang pas pada  pihak sekolah atau lembaga terkait.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara terus menerus melakukan pengkajian tentang kurikulum. Diawali dengan kurikulum 13 atau K-13  mempunyai paradigma yang sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. Dan saat ini telah dikembangkan Kurikulum Merdeka sebagai perkembangan dari kurikulum 13. 

Pembelajaran yang berpusat pada murid ( Student Center ) menjadi ciri khas dari kurikulum merdeka. Ditambah dengan pemahaman sekolah atau lingkungan belajar ramah anak. Dimana perbedaan dan karakteristik murid menjadi dasar diterapkannya pembelajaran deferensial. 

Sebagai pendidik harus mampu menyesuaikan perkembangan paradigma dalam dunia pendidikan. Pendidik yang baik akan segera belajar cepat untuk menguasai kemudian mengaplikasikan kepada murid atau peserta didik. Salah satu perangkat yang sangat mendukung tersampaikannya materi pelajaran adalah media pembelajaran yang tepat dan efisien . Tepat artinya media tersebut mampu mempermudah murid atau peserta didik memahami materi yang disampaikan. Efisien artinya media tersebut mudah di dapat sederhana dalam artian tidak rumit, biaya pembuatannya terjangkau , serta menggunakan bahan yang mudah di dapat disekitar lingkungan peserta didik.

Sejalan dengan kurikulum terbaru, di kelas 5 SDN Badean 3 pendidik menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (Student Center). Pembelajaran ini dipraktekan pada setiap tema. Pada kesempatan ini saya selaku pendidik memberikan keleluasaan kepada murid untuk mengembangkan kemampuan mereka pada saat pembelajaran tema 8.

Secara garis besar simulasi  pembelajaran adalah sebagai berikut:

Tema             : 8 Lingkungan Sahabat Kita

Subtema        : 1 Manusia dan Lingkungan

Media            : 1. Papan gambar bermagnet

2. Gambar pendukung landskape lingkungan ( gunung , laut, rumah, pohon, awan, matahari, sungai, titik air, uap air ) 

Kegiatan        : Guru memberi penjelasan secara singkat tentang proses daur atau siklus air. Secara berpasangan siswa mendiskusikan penjelasan dari guru. Siswa mengulang uraian singkat tentang daur air. Dilanjutkan siswa secara berpasangan  mempresentasikan dengan menggunakan  media tentang proses daur air atau siklus air. Siswa memberikan tanggapan terhadap presentasi tiap kelompok. Siswa memberikan bintang favorit kepada kelompok yang dinilai mampu mempresentasikan secara runtut dan benar.  Guru memberi penguatan . 

 

                                  

 

 



Bionarasi

Lilik Herawati.  Berdomisili di Bondowoso dan memiliki nama pena EL.Herawati yang mencintai aksara seperti embun yang jatuh di rerumputan. Kemudian merangkainya menjadi baris-baris dalam bait -bait puisi, cerpen, novel , pentigraf, pantun, serta dongeng. Mendongeng adalah hal yang paling disukai penulis. Karena mendongeng mengungkapkan karangan secara lisan sehingga maksud dan tujuan karangan tersampaikan secara lisan. Hobi mendongeng  diperoleh dari kebiasaan sewaktu kecil sering mendengar cerita dari  nenek yang mendongeng sebelum tidur. Juga didapat dari guru agama penulis yang senang menceritakan kisah-kisah nabi di saat pelajaran agama. Tujuan guru tersebut menanamkan aqidah lewat dongeng. Beberapa karyan penulis  yang pernah  dibukukan di tahun 2016: Novel roman komedi 3 Syarat Untuk Nafis  (Stiletto ),2015 : Antologi puisi Untukmu yang Kusebut Rindu (Andita Mediatama), 2021 : Puisi solo Suara Hati Anak Indonesia  (eduvation), 2022 :Antologi Pentigraf Meronce Kisah Berserak (Kamila Press) . Silahkan menghubungi penulis di herawati19673@gmail.com , atau membaca karya di     elherawati.blogspot.com, Fb Lilik Herawati,


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama