Pembawa Pesan
Dalam sunyi yang senyap
Sepasang kaki berjalan mengendap
Mata tajam melihat suasana
Telingapun tegak berjaga.
Malam itu ...
Sebuah surat yang sangat rahasia ia bawa
Melintasi hutan sungai juga rawa
Sebuah pesan untuk pejuang ....
Meski kadang langkah kaki itu terhenti
Melintas truk membawa puluhan kompeni.
Ia mengendap di kegelapan malam
Dan bersembunyi di rimbun dedaunan.
Langkah itu kini tlah sampai , tugaspun tunai.
Ia kembali melangkah pergi menjemput tugas kembali.
Tapi...
Suara peluru mendesing nyaris menembus punggungnya,
.Sebuah jaring meringkus tubuhnya.
Wajah - wajah penuh amarah menatapnya ..
Sampailah kabar penyerangan tak terduga
Markas, senjata dan mobil-mobil hangus tak tersisa,
Puluhan kompeni mati sia-sia.
Kini moncong senjata persis diujung hidung.
Kapten kepala gusar bicara berdengung
pertanda memuncak nafsu amarahnya.
Si pembawa pesan tersenyum lega.
Tusukan pedang bertubi melukai tubuhnya
Ia bergeming rahasia tetap tersimpan
Meski nyawa sebagai taruhan.
Ketika ajal sudah dekat, Ia berteriak lantang
" Kalian penjahah dan penghianat, enyahlah dari bumiku, Allahu akbar, merdeka!!!
Pekik terakhir yang ia ucapkan , sebagai bukti kesetiaan .