Mencari Pahlawan

 

Mencari Pahlawan

Di sebuah tempat di tepian sungai hiduplah beberapa keluarga kura-kura. Mereka selalu hidup rukun dan damai. Salah satu keluarga itu adalah keluarga Janu. Janu adalah seekor kura-kura yang pemberani dan cerdas. Ia mempunyai dua saudara yaitu Jojo dan Jeni. Setiap hari mereka bermain dan belajar dengan teman-temannya di sekitar rumah . Teman mereka adalah Tobi, Fiko dan Dido. Mereka bermain petak umpet, sepak bola, kelereng  juga lomba renang di sungai. Setiap hari mereka gembira bersama-sama. Pak Ade adalah guru mereka . Pak Ade senang bercerita. Hari ini Pak Ade bercerita tentang seorang pahlawan. Kata pak Ade pahlawan adalah orang yang gagah pemberani, kuat ,rela berkorban dan setia kawan. Semua murid mendengarkan dengan dengan sungguh – sungguh cerita pak Ade tentang Pahlawan ini. Demikian halnya dengan Janu. Sepulang sekolah Janu sangat terkesan dengan cerita pahlawan yang diceritakan Pak Ade. Berhari-hari Janu memikirkan tentang seseorang yang disebut pahlawan. Ia merasa di desanya tidak ada orang yang mirip atau seperti pahlawan. Ia merasa kura-kura itu selalu lamban , tidak kuat dan kurang pandai. Akhir- akhir ini Janu sulit diajak bermain bersama teman-temannya. Ia lebih senang berdiam diri di kamarnya sambil menggambarkan sosok pahlawan yang seperti ia inginkan. Berlembar kertas sudah ia coba untuk menggambarkan sosok pahlawan itu. Tapi ia tetap merasa tidak puas. Ibu dan ayahnya khawatir dengan keadaan Janu. Karena Janu lebih banyak diam dan tidak gembira seperti dulu lagi. Ibunya mencoba bertanya.

          Ibu :” Janu ayo sana bermain dengan teman-temanmu,”

          Janu: “Janu bosanBu, bermain dengan mereka sudah tidak asik lagi,”

Ibu anu sangat terkejut mendengar perkataan Janu.

          Ibu : “Apakah mereka mengganggumu,”

          Janu: “Tidak Bu,”

          Ibu :”Apa mereka berbuat curang,”

          Janu :”Tidak juga Bu, Janu hanya bosan,”

Jawab Janu lalu kembali ia menggambar sosok pahlawan yang ia inginkan.  Ibu pergi memberitahu ayah. Ayah juga merasa heran mengapa Janu tidak mau bermain dengan teman-temanya.

Di dalam kamar Janu berfikir bagaimana cara menemukan pahlawan yang ia inginkan. Tiba- tiba ian melompat kegirangan. Ia akan mencari pahlawan yang ia inginkan. Keinginannya sangat kuat. Malam ini Janu mempersiapkan bekal yang akan ia bawa untuk mencari pahlawan . Pagi-pagi Janu berkata kepada ibu dan ayahnya, bahwa ia ingin pergi mencari pahlawan seperti yang diceritakan Pak Ade. Ibu dan ayah Janu berpesan agar Janu selalu berhati-hati.

          Janu berangkat , dengan tenang ia melangkah. Ia terus berjalan dan terus berjalan menyusuri tepian sungai. Tibalah Janu di sebuah hutan. Ia beristirahat sambil makan bekal yang dibawanya. Dari kejauhan ia melihat seekor serigala yang gagah dan berbadan kuat. Aha inilah pahlawan yang aku cari . Begitu pikir Janu. Dengan berani Janu menghadang dan berkata

          Janu:” Hai teman perkenalkan namaku Janu, aku sangat ingin menjadi teman seorang pahlawan sepertimu,”. Sejenak serigala terkejut, lalu tersenyum.

          Serigala: “ Oya aku memang seorang pahlawan . Apa kamu bisa membantuku?” kata  serigala.

          Janu: “Tentu saja, aku senang membantu pahlawan,” kata Janu gembira

          Serigala: “ Baiklah ,aku tidak bisa berenang terlalu lama, bisakah kamu mencari ikan

      untukku  ? Perutku lapar sekali ,”.               

Janu mengangguk dan segera berjalan menuju  sungai. Ia masuk ke dalam sungai dan menyelam beberapa saat . Satu, dua, tiga, empat, lima…wow ada sepuluh ikan segar yang berhasil ditangkap Janu. Sementara itu serigala tidur dengan malas di rerumputan tak jauh dari tempat Janu menyelam. Janu melihat serigala yang sedang tidur. Ah kasihan pahlawan ini bekerja terlalu keras , begitu pikir Janu. Ia segera membawa sepuluh ikan segar itu dengan menyeretnya ke tempat serigala. Mendengar Janu datang, serigala membuka matanya .Ia menguap lebar-lebar “ Uaaah,” .  Ha ha ha sekarang aku tidak perlu bersusah payah lagi mencari makan kata serigala dalam hati. Satu- persatu ikan itu masuk ke mulutnya.  Tak berapa lama ikan itupun habis dilahapnya. Dan tak menyisakan satupun untuk Janu. Janu terdiam melihat serigala itu menghabiskan ikan yang segar dan gemuk-gemuk itu.

          Serigala : “Aku sangat lapar, jadi aku makan semuanya,”

          Janu      : “ Iya, aku tahu,”

          Serigala : “Baiklah kamu boleh tinggal di rumahku,”

          Janu      : “Dengan senang hati, .

Janu mengikuti serigala dari belakang, sebentar-sebentar serigala berhenti berjalan untuk menunggu Janu. Karena Janu berjalan dengan amat perlahan. Serigala mengajak Janu ke rumahmya yang terletak di tepi hutan. Rumah itu terbuat dari kayu dan dedaunan . Tetapi serigala tidak mengajak Janu masuk kedalam rumahnya. Serigala menyuruh Janu menunggu di luar saja.

                     

         

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama