Mertua Idaman






Mertua Idaman

    Setelah menikah, Kania diboyong Tinos ke rumah orang tuannya.. Rumah Tinos berada di sebuah jalan yang tidak begitu ramai. Rumah itu bercat putih dengan teras dan taman yang asri di depannya. Bunga -bunga menghiasi halaman yang tak begitu luas. Selama ini Tinos hanya tinggal dengan ibunya. Kakak perempuan Tinos telah berumah tangga dan menempati rumah mereka sendiri. Itulah alasan, mengapa Tinos merayu Kania agar mau tinggal di rumah ibunya. 
    Ibu Tinos adalah perempuan yang mandiri. Ia seorang pensiunan dosen. Ia terbiasa menyiapkan segalanya sendiri. Kania berusaha menyesuaikan dengan kebiasaan mertuannya. Ia bangun pagi meski Ibu Tinos tidak menyuruhnya. Beruntungnya Ibu Tinos juga perempuan yang sabar. Ia tidak pernah mempermasalahkan Kania yang tidak pintar memasak. Hal ini membuat Kania sedikit lega. Bahkan Kania tidak menyangka bahwa mereka mempunyai hobi yang sama, yaitu berburu kuliner atau jajanan yang lagi viral. Tak sampai di situ Ibu Tinos juga gemar berbelanja alias shoping. Kania menemani dengan gembira kemanapun kaki ibu Tinos melangkah di lantai mall. Ya tentu saja karena tak sedikit barang yang ia dapat setelahnya.
    Beberapa  kali Kania dan Ibu Tinos melihat-lihat video menu makanan yang nampak di Instagram. Mereka berdiskusi tentang makanan yang sedang mereka lihat. Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan tempat, mereka sepakat untuk mendatangi lokasi tempat penjualan makanan seperti yang terdapat pada iklan di Instagram. Kania dengan santai mengemudikan mobil,  di sampingnya Ibu Tinos tak kalah santainya. Beberapa saat mobil itu berjalan dan sampailah di sebuah kedai. Mereka segera memasuki kedai itu. Setelah memesan makanan mereka duduk sambil mendengar alunan musik yang menggema di seluruh ruangan. Suasana tiba-tiba hening. Kania sibuk menulis di blognya. Kali ini pandangannya tertuju pada sebuah gambar yang terdapat pada dinding kedai.. Sebuah sentuhan membuatnya tersadar. "Aduh kamu, bikin buyar lamunanku,  aku kan lagi ngarang punya mertua idaman. Santipun  terkekeh melihat wajah Kania berubah cemberu.  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama