Nasehat Ardi

 


                                                Dokumen Google

 Nasehat Ardi

Rumah besar itu kelihatan asri .Di situlah Ardi tinggal dengan kedua orangtuanya dan seorang kakek yang sudah tua. Pak  Rusdi nama ayah Ardi ,ia bekerja sebagai wakil manager perusahan yang  sukses,yang kian hari kian sibuk dengan pekerjaan di kantornya. Ibu Ardi adalah pegawai swasta sebuah perusahaan asuransi. Pagi itu pak Rusdi sibuk memasukan baju-baju ke koper besar

”Ayah akan pergi kemana lagi kan baru kemarin pulang ? Tanya Ardi .

”Bukan Ayah tapi kakek” jawab p Rusdi.

Semalam ayah dan ibu Ardi sepakat menitipkan kakek di sebuah panti jompo karena mereka kian sibuk dengan pekerjaan masing – masing.

”O ya kakek mau diajak kemana yah?” Tanya Ardi lagi

“Ke suatu tempat yang kakek pasti senang” kata p Rusdi.

            “Apa kakek lama di sana yah ,Ardi ikut ah, Ardi juga pengin senang “ kata Ardi.

“Tidak boleh tempat itu untuk yang sama umurnya dengan kakek “ jelas pak Rusdi.

”Tapi Ardi boleh ngantar kakek ya yah “rengek Ardi

“Ya ,tapi gak boleh rewel di sana”jelas p Rusdi .

Mereka bertiga berangkat naik mobil.

 Kakek Ardi sudah agak pikun dan lemah .Ardi duduk disamping kakeknya  sesekali dipeluknya orang tua itu.Kakek Ardi hanya tersenyum karena ia sendiri masih bingung mau dibawa kemana oleh anak laki-lakinya.

Sampailah mereka di sebuah panti Jompo Mulia ,gedungnya sederhana tapi bersih. Ayah Ardi membantu kakek turun .Ardi menggandeng tangan kakeknya, pak Rusdi membawa koper besar masuk ke dalam kantor . Petugas panti memberi lembaran kertas ,lalu pak Rusdi mengisinya .Kakek Ardi duduk di bangku sesekali melihat ke pak Rusdi.

 “Ayah sementara disini “kata pak Rusdi .

Kakek Ardi kelihatan sedih. Mereka  berkeliling melihat keadaan panti dan kamar  yang akan ditempati kakek.  Setelah bercakap-cakap dengan petugas panti pak Rusdi mengajak Ardi pulang. Ardi menangis tidak mau lepas dari pelukan kakeknya.

”Adik kapan aja boleh kesini “bujuk petugas panti.

Ardi dan ayahnya pergi meninggalkan panti itu. Menuju mobil yang diparkir di halaman panti

“Ayah apa benar kakek senang tinggal di situ ?” tanya Ardi sambil menoleh ke panti  

“Iya kan banyak temannya”jawab p Rusdi sambil menghidupkan mesin mobil,perlahan mereka meninggalkan panti.

“Apa gedungnya kuat yah?” Tanya Ardi

“Pasti kuat memang kenapa Di? “jawab p Rusdi

“Kalau Ardi dewasa nanti, kira-kira masih ada tempat itu yah ?” Tanya Ardi lagi.

“Masih “ jawab pak Rusdi santai.

“Ardi juga ingin ayah senang ,nanti kalau ayah setua kakek ,akan Ardi ajak ke kantor tadi “kata Ardi polos sambil mengacungkan kartu nama Panti Jompo Mulia. Pak Rusdi tersentak kaget sekali , terbayang betapa sedihnya jauh dari anak cucunnya kelak bila ia tinggal di panti jompo,selama ini ia kerja begitu keras untuk keluargannya.Ia baru sadar

“MasyaAllah mengapa aku membuang orang yang telah membuat aku berhasil,bukankah ayah sudah berjuang sama sepertiku  kata pak Rusdi dalam hati .

Segera ia menghentikan mobilnya sejenak ia peluk Ardi dan berkata

“Trima-kasih nak kau menyadarkan ayah”.Ardi tidak mengerti maksud ayahnya.Pak Rusdi memutar arah mobil kembali menuju panti jompo .

”Maaf bu saya rasa ada kesalahan ,saya ingin mengajak ayah saya pulang “ kata pak Rusdi . Petugas panti tersenyum

 “Untung bapak masih diingatkan Allah, sudah selayaknya kita sebagai anak berbakti kepada orangtua bagaimanapun keadaan mereka” kata petugas panti .

”Hore kakek pulang , besuk kita main ya kek “sorak Ardi .

” Ya jangan tinggalkan kakek“ jawab kakek Ardi pelan. Mobil melaju menuju rumah Ardi yang asri.


Dapatkan cerpen menarik lainnya disini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama