Dokumen google
Satriya
Keling
Pada
zaman dahulu,Raja Agya adalah raja di kerajaan Maespati ,beliau dikaruniai 3
orang putri yaitu Sima,Dwipa dan
Tara.Putri Sima dan putri Dwipa sudah menikah. Putri Sima menikah dengan pangeran
Arya dan putri Dwipa menikah dengan pangeran Sora .Raja Agya ingin putriTara
juga menikah dengan pangeran dari kerajaan lain,tapi saat ini putri Tara sedang
sakit parah.Sudah banyak tabib dan dukun yang berusaha menyembuhkan sang putri
namun belum ada yang mampu menyembuhkannya.
Akhirnya
raja memutuskan membuat nadzar dan sayembara bahwa siapapun yang bisa menyembuhkan putri Tara kalau perempuan akan
diangkat anak ,kalau laki-laki akan dinikahkan dengan putri Tara bila itu
memungkinkan. Kabar dan sayembara raja menyebar ke seluruh pelosok negri
,hingga di sebuah desa Pesisir tempat
seorang pemuda yang berbadan sedang dan berkulit hitam ,dia adalah
Satriya keling ,ia bukan orang kaya ataupun pejabat kerajaan. Satriya Keling
hanyalah anak nelayan sederhana.Yang kesehariannya membantu ayahnya mencari
ikan di laut .Namun begitu Satriya Keling adalah anak yang rajin beribadah dan
berbakti kepada orang tuanya. Satriya Keling meminta ijin kepada orang tuanya
Satriya Keling:’’ Ayah
,ibu saya ingin ke kota raja untuk
mencoba mengobati Putri Tara”
Ayahdan ibu Satriya
:’’Kalau kamu merasa mampu kami ikut mendoakan nak’’
Maka berangkatlah
Satriya Keling ke Istana .Dia menghadap raja dengan sopan dia berkata
Satriya Keling :”Paduka
ijinkan hamba untuk mencoba menyembuhkan penyakit sang putri”
Raja Agya: “Hem siapa
namamu dan dari mana asalmu hai anak muda?”
Satriya Keling:”Nama hamba Satriya Keling dari
desa Pesisir tuanku’’
Raja Agya:”Apa kamu
yakin mampu mengobati putriku karena sudah banyak tabib dan dukun yang mengobati,sayang tak satupun diantara mereka
yang berhasil menyembuhkannya”
Satriya Keling :”Hamba
akan berusaha ,kesembuhanya Yang Maha Kuasa yang memberi tuanku”
Raja Agya tersenyum dan
berkata :”Baiklah Satriya kamu boleh tinggal sementara di sini untuk mengobati putriku, pengawal antarkan Satriya
ke tempat putriku”.
Satriya mulai mengobati dan memberikan ramuan
yang harus diminum ,secara rutin oleh putri Tara. Setiap selesai mengobati, ia
berdoa dengan khusuknya kepada Yang Maha Kuasa . Beberapa minggu kemudian putri
Tara berangsur – angsur sembuh. Raja dan permaisuri sungguh gembira.
Raja Agya: “Anak muda
engkau sungguh pandai, terima-kasih telah menyembuhkan putriku”
Raja Agya ingat
janjinya dan bertanya:“Satriya apakah engkau sudah beristri?’’
Satriya Keling:”Belum
baginda” .
Raja Agya:”Sesuai
janjiku engkau akan kunikahkan dengan putriku”.
Maka
pesta pernikahanpun dilaksanakan dengan meriah,kedua orang tua Satriya
Kelingpun ikut dalam pesta itu.Namun setelah pesta usai tinggallah putri Tara
di kamar sambil merenungi nasibnya ia menangis sedih karena tidak menikah
dengan putra raja, seperti kakak-kakaknya. Putri Tara jarang sekali pergi
bersama suaminya ,bahkan bercakap-cakapun jarang sekali. Dari hari kehari
bulan-kebulan raja merasakan keadaan ini .Kemudian raja Agya mengajak seluruh
keluarganya bertamasya dan berburu, dengan tujuan menghibur putri Tara .
Dalam
perjalanan putrid Tara hanya diam sementara kedua kakaknya bercengkrama dengan
para suami mereka ,yang sesekali bercanda. Mereka tidak menghiraukan Satriya
Keling sama sekali. Tibalah keluarga
kerajaan dan beberapa punggawa di pondok tepi danau yang sangat indah. Para
punggawa dan pangeran menyiapkan makanan dari hasil buruan ,sementara itu para
putri ditemani beberapa dayang istana
bermain dan mandi di tepi danau.
Tiba –tiba angin berhembus sangat kencang,merobohkan beberapa pohon dan membentuk pusaran air di danau yang menyeret ketiga putri ketengah danau , mereka menjerit ,berteriak minta tolong kejadian itu begitu cepat
Cerita selengkapnya bisa diunduh disini