Yang
Kubenci,Yang Terbaik
Namaku
Arif. Setiap hari aku diantar ayahku berangkat sekolah melewati perkampungan. Kalau boleh jujur, sumpah
aku nggak mau melewati perkampungan itu. Banyak alasan yang membuat aku nggak
suka melewatinya, antara lain rumah yang berdempetan nampak kumuh, selokan yang
mampet dan menimbulkan bau tak sedap, jalan yang berlubang serta banyak anak
kecil yang seenaknya saja berseliweran di jalan. Tapi aku harus bisa menerima
kenyataan karena itu satu-satunya jalan yang terdekat ke sekolahku dan searah
dengan tempat ayahku bekerja. Ayahku bekerja sebagai mandor pabrik sepatu yang
letaknya sekitar lima ratus meter dari perkampungan kumuh itu.
Seperti
biasa setelah sarapan di ruang makan bersama adikku dan ayah ibuku aku akan berangkat
sekolah.
Ibu : “Ini bekalmu
di sekolah, belajar yang pintar,perhatikan saat guru menjelaskan,”
Aku : “Ya bu ,”
jawabku singkat lalu menyusul ayahku yang sudah menungguku di teras depan. Ayahku memasukkan lagi sepeda motornya.
Aku : “Lho
kenapa kok dimasukkkan lagi Yah?”
Ayah :” Bannya
bocor ,sudah kamu naik sepeda saja ya ,”
Aku : “Terus
ayah naik apa?”
Ayah : “Ayah mau
naik ojek,”
Aku
segera pergi ke garasi mengambil
sepedaku dan mulai mengayuhnya. Ah ternyata asik juga pergi ke sekolah naik sepeda.
Selama ini ibu melarangku kesekolah naik sepeda, alasanya kendaraan
ramai dan takut terjadi sesuatu padaku. Teman-teman sekelasku banyak juga yang naik sepeda, sayangnya tak satupun
dari mereka yang rumahnya searah denganku.
Pukul
12.30 bel pulang berbunyi. Aduh panas sekali aku mengambil sepeda dari tempat
parkir sekolah. Dan pelan-pelan aku mulai mengayuh sepeda. Dari arah belakang
aku mendengar suara Dion dan Riko ,mereka adalah kakak kelasku. Untung ada
teman pulang pikirku. Dion dan Riko adalah tetanggaku rumahnya satu blok dari
rumahku, tetapi kami jarang sekali bermain bersama. Mereka mendahuluiku, aku
berusaha mengikuti dari belakang.
Dion : “Ayo
lebih cepat kalau bisa!” teriak Dion
kepadaku .
Riko : “ Ha ha
ha adu cepat dengan kami !”
selengkapnya bisa diunduh disini
